JADZAB*
/II
kembalilah pada bait-bait puisiku
sebelum kata menjadi bisu
sampai aku mabuk
meneguk bercawan-cawan kegelisahan
dari gila paling puncak
bersama sakau para sufi
hilang arah pergi dan kembali
di antara daun-daun bergugur
kucucup embun yang bergurat di pelepah Sidrah,
meruang di kalbu. di tepinya,
sukma berkhalwat menunggu wahyu
uzlah dari segala gelisah
mendaki tangga-tangga karomah
dan jejak para petapa
hingga antara kaf dan nun
air sungai mengalir dari lubang mim—bismillah
meruap ke sawah-sawah dan lereng bebukit amarah
lalu kucipta badai dari air mata yang berurai
kemudian bumi bergetar
gempa melanda, perang tak usai-usai
dan bocah-bocah berkalung bom
meratap hingga jadzab!
terguncanglah dunia…
blumbungan, 2006
*Jadzab: sebutan bagi wali majdzub, yaitu wali yang menjalani "gila" sebagai proses kewaliannya.
DALAM LEPUH
pada siluet, petang mendekap
cendawan bergetar
dedaun menderai giris
tak hanya dirimu menangis
dalam lepuhku
isakmu menjalar dalam tasyahudku
bagai badai!
2006
DI TUBUH HENING
di tubuh hening, selain geliat angin
ada bisik lirih dari kesunyian
adakah istirah bagi ikhtiar kerontangku?
asa karam
jiwa tenggelam jauh
tiba-tiba embun menetes ke keningku
aku tersentak!
2006
MENJELANG TAHAJUD
malam ini tak ada yang sesetia lilin
dan doa ibu di ujung sumbu
di tepi sejadah
lautan embun menanam tangan
menabur lidah-lidah bertasbih
menjelang tahajud
ada yang menggedor rembulan
rembulan jatuh
aku pun bersimpuh
2005
TIBA DI SEBUH NEGERI
mimpi-mimpi lalu
pelan nyata di tangan
tapi di hati, tetap dirinya
mendekam jiwa
akhirnya tiba juga aku
di sebuah negeri tanpa seorang menahan laju
semua bisu gemetar menatapku
aku berdiri tegak bagai menara raksasa
bendera berkibar di igal kepala
tangan mengepal seperti mencengkram halilintar
lalu kubaca sajak sehalnya kumandang azan
atau koak gagak, berputar-putar melayang angkasa
memerhatikan semesta
pada kedalaman dadaku ranggas
tak kusangka negeri ini kutemukan
melebihi mimpi
kalut-kalut kusebut asmanya
sungguh kuterkesiap
serasa terbang ke ujung alam
2006
0 komentar:
Post a Comment